Secara sederhana, menurut saya, "celana dalam" berasal dari fungsinya sebagai pakaian yang dikenakan di dalam tubuh, di bawah celana luar. Fungsinya adalah menutupi area vital dan bokong, memberikan perlindungan, serta mendukung kebersihan dan kenyamanan saat beraktivitas.
Anda mungkin pernah melihat pasar tradisional atau bazaar di kampung di mana berbagai barang dijual secara bebas. Kualitas barang di sana biasanya menengah ke bawah. Ada barang-barang yang kurang ideal untuk dianggap sebagai celana dalam karena bahannya sangat tipis, atau bahkan terlalu tebal karena kemungkinan barang tersebut terbuat dari sisa potongan bahan lain, dan dijual dengan harga yang sangat murah.
Bagi mereka yang teliti dan terbiasa memilih celana dalam yang nyaman dan bermerk jelas, tentu dengan mudah bisa membedakan hanya dengan melihat sekilas dan dari jahitannya. Saya bertanya kepada penjualnya, "Berapa banyak yang terjual dalam sehari, Pak?" Dia menjawab, "Tidak pasti, tapi lumayan banyak saat ada proyek-proyek dekat sini." Saya bertanya lagi, "Apa maksudnya?" Dia menjelaskan, "Di proyek, para pekerja sering mengganti pakaian, mencari yang paling murah, termasuk celana dalam ini, setelah proyek selesai, mereka hanya membuangnya."
Ternyata, ada pasar khusus untuk jenis ini, di mana pakaian dipakai sekali lalu dibuang. Harga belinya sangat murah, sesuai dengan kebutuhan pekerja kasar seperti kuli proyek atau pekerja galian kabel, yang pertama-tama mencari kenyamanan untuk melindungi area vital mereka.
Lebih jauh saya mencoba memperhatikan dan meraba celana dalam tersebut. Meskipun masih terbuat dari bahan katun, namun setiap celana dalam memiliki ketebalan yang tidak konsisten. Jahitannya juga jauh dari rapi dan tidak menggunakan jahitan ganda. Terkadang pola di bagian kanan dan kiri tidak simetris. Celana dalam ini tidak memiliki merek yang jelas. Jika terdapat karet, umur pakainya biasanya tidak lama. Umumnya berwarna gelap, mungkin untuk menyamarkan kualitas jahitan dan ketebalan bahan. Harganya dijual sekitar Rp15.000 per piece atau Rp25.000 untuk 2 pieces, dan celana dalam ini hanya dijual di tempat tertentu.
Itulah hasil 'inspeksi' saya di bazaar dekat rumah saya pada Minggu malam lalu mengenai celana dalam 'kere hore'. Semoga kamu tidak salah membelinya!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar